Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Juli 2020

Roh Kudus memimpin dalam kebenaran

Roh Kudus memimpin dalam kebenaran

Bacaan :Amsal 8 : 1-4,22-31
               Roma 5 : 1-5
               Yohanes 16 : 12-15 ( Bahan Utama )

Tujuan : Jemaat memahami bahwa Roh Kuduslah yang memimpin dalam kebenaran sejati dan jemaat makin nmnyerahkan diri dipimpin oleh Roh Kudus.


Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan,
Yang baik belum tentu benar, tetapi yang benar sudah pasti baik. Fenomena yang sering terjadi  disekitar kita secara manusia, ada orang yang selalu merasa benar, selalu merasa lebih benar, atau merasa paling benar. Padahal belum tentu apa yang ia katakana itu benar.
Atau juga, pertengkaran,pertikaian bahkan perselisihan terjadi kadang kala karena masing-masing pihak merasa yang paling benar dan pihak lawan selalu salah. Orang sulit menerima oendapat orang lain karena merasa paling benar dan orang lain salah.  Ada juga orang sombong yang akan selalu merasa pendapatnyalah yang paling benar, orang lain tidak benar dan akan dipandang rendah. Lantas sebagai umat yang percaya kepada Kristus bagaimana kita dapat mengetahui kebenaran yang sejati itu ? dimanakah letak kebenaran yang sejati itu ?

Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan,
Melalui keempat perikob bacaan kita malam hari ini dalam tema “Roh Kudus memimpin dalam kebenaran”. Pada minggu yang lalu kita memperingati hari turunya Roh Kudus sebagaimana janji Kristus kepada umat manusia, Roh Kudus adalah Roh Alllah yang sampai hari ini terus berkarya dalam kehidupan saya dan saudara-saudara.  Didalam kitab mazmur  dikatakan Roh itulah yang menuntun setiap manusia berdosa untuk melihat kemuliaan Allah, sehingga Roh itu juga yang akan membuat manusia menyadari betapa dirinya adalah orang yang tak bernilai dihadapan Allah. Kemuliaan Allah dalam kitab mazmur sendiri itu digambarkan melalui seluruh alam ciptaanNya, sehingga ketika pemazmur menengok kepada dirinya sendiri, dia merasa kecil dan lemah dihadapan Allah, kemuliaan Allah mendorong manusia untuk selalu dapat bersikap rendash hati atau tidak sombong.
Didalam kitab Amsal sendiri dikatakan bahwa ikmat adalah perkataan Allah yang telah menciptakan bumi dan segala isinya serta yang mengatur hidup manusia ditengah-tengah dunia ini.hikmat itu adalah Firman Allah, dimana melalui firman itu orang percaya dapat berpedoman melalui melalui Firman itu. Allah berkata-kata melalui FirmanNya disegala tempat, hal ini mmenadakan bahwa tidak ada satu tempatpun tanpa kehadiran Allah yang menjadi bukti nyata bahwa Allah selalu beserta kita disepanjang hidup kita.
Dalam kitab Roma Paulus menuliskan bahwa kita patut bersukacita karena didalam Kristus kita telah diperdamaikan dengan Allah, dari musuh kita menjadi sahabat Allah, inilah wujud  nyata pembenaran Allah didalam Yesus Kristus, karena ada dalam hubungan damai dengan Alllah maka kita dimungkinkan bersukacita bahkan ditengah-tengah kesulitan dan penderitaan hidup seberat apapun. Saat kita menjadi milik Kristus sesungguhnya saat itu juga kita sedang bertumbuh didalam Kristus, meski pergumulan dan pnderitaan dating silih berganti tidak akan merusak iman percaya kita, sebaliknya kan membuat kita semakin tahan uji dan berpengharapan kepada Allah dan melalui Roh Allah yang berdiam didalam kita, kita senantiasa bergantung kepada kuasa Allah. Melalui perantaraan Roh Kudus itulah Paulus dan rasul-rasul lainya diberikan jabatan rasul untuk dapat menuntun semua bangsa menjadi bangsa yang percaya dan taat kepada nama Yesus, Tuhan kita.
Didalam kitab Yohanes 16 kita dapat membayangkan bagaimana perasaan para murid-murid Yesus. Yesus memberi tahu mereka bahwa Ia akan pergi meninggalkan mereka. Lalu setlah itu mereka akan dibenci dan diburu oleh orang-orang yang membenci Yesus seolah-olah mereka adalah pelaku tindak kriminal, bahkan mereka tidak boleh menyebarluaskan berita tentang Yesus.
Tentu hal tersebut membuat mereka sedih sehingga kehilangan minat untuk untuk mengetahui kemana tujuan kepergian Yesus (5-6). Bahkan merekapun belum mengetahui apa fungsi kedatangan Roh Kudus bagi mereka. Oleh karena itu Yesus memberikan lebih banyak informasi menmgenagi makna kedatangan Roh Kudus bagi mereka. Yesus menyatakan bahwa Roh Kudus akan melakukan tiga jenis pelayanan saat ia dating : pertama Ia akan meyakinkan dunia (8-11), mengajar murid-murid(12-13), dan memuliakan Yesus (14-15). Sehingga dari sini jelaskah bahwa Yesus tidak pergi begitu saja menunggalkan mkurid-murid untuk melakukan tigas mereka sendirian. Tetapi Roh Kudus akan memperlengkapi mereka dan meberi mereka kuasa sehingga mereka dimampukan untuk melaksanakan mandate yang Tuhan anugerahkan bagi mereka yaitu memberitakan karya Keselamatan Allah melalui Yesus Kristus.

Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan,
Kita yang percaya kada Yesus juga mendapat perintah yang sama untuk memberitakan Injil kepada dunia yan g tidak percaya.  Bayangkan kita harus memberitakan injil pada dunia yang membenci Kristus, Injil dan murid- muridNya, lalu bagaimana mungkin kita berharap agar orang dating kepada Yesus dalam iman ? sebenarnya sama seperti yang kita alami, yakni melalui pemberitaan firman Tuhan dan karya Roh Kudus, yang menjelaskan maksud Firman dalam kebenaran dan memanggiloranh-orang beriman kepada Kristus. Ketika kita menjadi saksi Kristus, Roh Kuduslah yang sesungguhnya bekerja meyakinkan orang berdosa mengenai kebenaranInjil.  Namun dalam hal ini kita sendiri tidak boleh gegabah dan memegahkan diri dalam kesombongan karena kemampuan kita, tetapi kita memerlukan hikmat Tuhan untuk memahami kebenaran sejati serta melaksanakan tugas mulai dari Allah. Sehingga perlu penyerahan diri yang seutuhnya untuk dipimpin oleh Roh Kudus dan bukan dipimpil oleh kehendak kita sendiri.

Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan,
Roh Kudus akan memampukan kita, mengakui kesalahan kita sendiri jika memang kita bersalah, Roh Kudus juga akan membuat kita rendah hati untuk mengakui kebenaran pada pihak lain dan dengan tulus kita akui. Kebenaran itu asalnya dari Firman Tuhan, dan Roh Kudus menuntuk kita dengan hati terbuka untuk menemukan kebenaran firman Tuhan.
Semua orang tidak benar dihadapan Allah, tetapi menjadi benar karena dibenarkan oleh Allah. Datanglah kepada Yesus, percayalah kepadaNya melalui RohNya yang Kudus, dan oleh imanmu kepada Kristus engkau akan dibenarkan. Terpujilah Kristus. Amin





Setia Mengikut Yesus

SETIA MENGIKUT YESUS

Baca: Kejadian 29:31-30:13
Tujuan  1. Jemaat memahami bahwa pertolongan Tuhan tepat
                 Pada waktunya
             2. jemaat siap mengahdapi berbagai bentuk
                 Penderitaan karena imannya pada Yesus   

Saudara-saudara yang terkasih,
Allah adalah kasih. Itu sebabnya kita yang dicipta menurut gambar dan rupa Allah sangat membutuhkan kasih. Kita akan merasa sangat menderita ketika kita merasa tidak dikasihi lagi.
Orang yang mengatakan bahwa ia mencintai orang lain belum tentu ia setia, tetapi orang yang setia menjadi bukti cintanya pada orang lain. Kesetiaan adalah kata yang sangat penting dalam Alkitab. dalam seluruh Alkitab kata setia muncul sebanyak 130 kali. Dalam perjanjian lama kata kasih muncul sebanyak 167 kali dan kesetiaan sebanyak 52 kali.  Sementara dalam kitab mazmur sendiri kata kasih setia muncul masing-masing sebanyak  110 kali dan kesetiaan sebanyank 28 kali. Sehingga dapat kita lihat pentingnya kesetiaan dalam pemahaman Alkitab. kata kasih atau kesetiaan sangat era hubungannya dengan kata kasih, dalam bahasa ibrani kasih diterjemaahkan menjadi khesed, yang didalam Alkitab diterjemahkan menjadi kasih setia. Sehingga sekali lagi dapat kita katakan bahwa kasih tidak bisa berdiri sendiri begitu saja tanpa kesetiaan. Artinya, tidak cukup kalau hanya mengatakan Aku sayang kamu, tanpa menunjukan kesetiaan pada orang yang disayaninya itu. Dalam Alkitab sendiri gambaran kesetiaan Allah pada manusia dituliskan dalam lukas yakni mengenai perumpamaan anak yang hilang. Namun saat ini kita akan melihat kesetiaan Lea terhadap Yakub, meski Yakuk tidak mencintainya.
Lea tahu bahwa Yakub mencintai Rahel dan bukan dirinya, tetapi Lea berharap bahwa setelah menikahi dia, suaminya akan mengasihinya. Kepedihan hati Lea yang tidak merasa dicintai terlihat dari nama anak-anaknya. Dengan kelahiran Ruben, Lea berharap suaminya akan mencintainya (29:32). Namun harapannya tidak terwujud hingga ia diberi anak kedua karena Tuhan mendengar bahwa ia tidak dicintai (33). Dengan kelahiran Lewi, Lea berharap bahwa suaminya akan menjadi lebih erat dengan dia (34). Ia bahkan melahirkan anak yang keempat dan bersyukur atas anak tersebut (35). Ini menandakan bahwa walaupun Lea kecewa karena tidak dicintai suami, ia tetap berusaha untuk mendapatkan kasih suaminya. Kita tahu harapan Lea sia-sia karena setelah Rahel meninggal pun Yakub hanya mengasihi Rahel dan kedua anaknya, Yusuf dan Benyamin.
Namun Lea bukanlah wanita yang tidak berbahagia. Tuhan terus memberkati dirinya dengan anak laki-laki. Ketika budaknya melahirkan anak yang kedua, ia memberikan nama Asyer yang berarti “Aku ini berbahagia!” (30:13). Mengapa Lea berbahagia? Karena ia memiliki Tuhan yang mengasihi dia melalui pemberian anak yang banyak. Lea seorang diri melahirkan 6 anak laki-laki bagi Yakub (30:17-20). Ini berarti sama banyaknya dengan semua jumlah anak laki-laki dari ketiga istri Yakub yang lain, Rahel, Bilha, dan Zilpa, yang masing-masing melahirkan 2 anak laki-laki.
Jika kita merasa kurang dikasihi oleh orang-orang di sekeliling kita, biarlah kita mendapatkan penghiburan dan kekuatan dari Tuhan yang secara khusus memperhatikan orang-orang yang kurang dikasihi. Orang yang kita harapkan mengasihi kita mungkin tidak akan pernah mengasihi kita, tetapi jangan putus asa karena kita memiliki Pribadi yang sangat mengasihi kita, yaitu Kristus yang telah mencipta dan menebus kita.

MENGASIHI YANG TIDAK DIKASIHI juga merupakan salah satu tantangan yang kita hadapi dalam mengikut Kristus.
alkitab menyaksikan  .. Di hampir setiap lembaran Alkitab kita bisa menemukan ungkapan-ungkapan kasih, salah satunya, yaitu dalam Matius 9:36 ”Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.”
Kasih yang diajarkan dalam Alkitab berbeda sekali dengan kasih yang kita kenal di dunia ini. Dunia hanya tahu untuk mengasihi keluarga, orang dekat atau orang yang berkenan di hati. Tetapi Alkitab mengajarkan sesuatu yang lebih lagi dari pada itu, yaitu mengasihi mereka yang tidak pantas untuk dikasihi.
Mengasihi orang yang tidak pantas dikasihi sudah dipraktekkan sendiri oleh Tuhan Yesus dimana Ia mampu mengasihi para pemungut cukai, pelacur dan orang kafir. Selain itu Yesus juga mau mengasihi pengkhianat-pengkhianat-Nya dan para pembunuh-Nya. Bukankah itu kasih yang besar yang tidak mungkin kita temukan di dunia ini? Dan yang jelas orang-orang tersebut merupakan perwakilan dari kita semua manusia yang berdosa.
Bila Yesus yang adalah Allah yang Kudus mau mengasihi kita manusia berdosa ini maka terlebih lagi kita dituntut untuk mampu mengasihi orang lain sekalipun mereka tidak pantas untuk dikasihi. Karena itu sekarang perhatikan sekitarmu, adakah tetanggamu, orang di tempat kerjamu, orang di gerejamu dan dimana pun itu, yang tidak layak untuk mendapat kasihmu? Jika ada, jangan tahan-tahan berikanlah kasihmu terhadap mereka. Merekalah sasaran yang sangat tepat dari kasihmu. Dan ingat nasehat Tuhan Yesus demikian: ”Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? ..... Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna” (Matius 5:46, 48).
Didalam kasih setia Tuhan nyatakan bagi manusia, Ia mampu untuk terus mengasihi manusia meski terkadang kita hidup dalam ketidaksetiaannya kepada Tuhan. Padhal Tuhan sendiri selalu setia memberi pertolongan tepat pada waktunya. Kita tidak setia bersekutu dengan Tuhan, bahkan kita tidak setia melakukan kehendakNya. Malah kita lebih sering setia pada hal-hal yang keliru, mohon maaf : dalam pemaknaan kata “setia kawan” sering kali kita terjerumus didalamnya, misalnya bolos berjamaah, tidak mengerjakan PR berjamaah, merokok dan minum berjamaah, atau menjauh dari persekutuan berjamaah Sebagai  manusia yang telah menerima keselamatan, mestinya kita lebih kritis dalam memaknai kata setia. Mengikut Yesus bukan berarti tanpa tantangan, bencana dan persoalan hidup tidak dapat kita jadikan sebagai tolak ukur untuk menghakimi orang lain, namun seharusnya dengana adanya penderitaan yang kita alamai akan semakin mendekatkan diri kita kepada Tuhan, karena itu setialah megikut Yesus Dia akan memberi pertolongan bagi kita tepat pada  waktunya. Amin.



Kekuasaan Tuhan dan Ketaatan manusia

KEKUASAAN TUHAN DAN KETAATAN MANUSIA
BACAAN : Markus 6 : 14-29
TUJUAN KHOTBAH : 1. Jemaat memahami Tuhan adalah Allah  yang  Maha Kuasa.
2. Jemaat tetap hidup dalam kesetiaan kepada Tuhan

Shalom saudara-saudar terkasih,
Di Kaisarea terdapat seorang tentara romawi yang bernama Marinus.  Marinus adalah seorang tentara yang cakap. Oleh karena itu, ia dengan mudah mendapatkan jabatan penting dalam ketentaraan roma, saat jabatan pasukan komandan lowong, terjadilah persaingan antar sesama tentara untuk merebut jabatan tersebut. Menurut kebiasaan yang berlaku sebelumnya Marinus akan mendapatkan jabatan itu. Namun ada yang menyampaikan kepada kaisar bahwa Marinus adalah seorang kristen. berdasarkan hukum romawai kuno, seorang kristen dilarang menduduki jabatan seperti itu. Oleh karena itu, Arkheus, hakim di Kaisarea, memanggil Marinus untuk meneliti kebenaran laporan tersebut.  Didepan hakim, marinus berterus terang bahwa dia adalah seorang kristen. arkheus membujuk supaya marinus mau menyangkal imannya dan mempersembahkan kurban dihadapan dewa dan menyembah kaisar supaya ian menduduki jabatan tersebut. Jika marinus tidak bersedia makan ia akan dibunuh, marinus tidak mau mempersembahkan kurban kepada dewa. Arkheus memberi kesempatan kepada marinus selama 3 jam untuk mempertimbangkan hal tersebut.
Pada saat  itu Marinus menghadapi dilema,pada satu sisi ia berharap dapat menduduki jabatan itu, namun pada sisi lain ia harus menyangkal Kristus, yang mengakibatkan ia kehilangan hidup kekal yang telah dianugerahkan Yesus kepadanya. Akhirnya,marinus memilih untuk mempertahankan imannya. Arkheus akhirnya mengambil keputusan bahwa marinus dihukum mati dengan cara dipancung.dengan demikin marinus terhitung sebagai salah seorang tokoh gereja yang mati martir oleh karena mempertahankan imannya. Marinus memilih untuk tetap setia kepada Tuhan, sekalipun hal itu beresiko dia harus kehilangan nyawanya.
Herodes yang dimaksu dalam bacaan kita saat ini adalah heroden antipas, putra dari herodes agung dan raja seperempat wilayah galilea dan perea. Kesinambungan oelayan kristus dan murid-muridnya di galilea ini telah menyebarkan ketenaranNya kestiap wilayah ini. Disini dapat juga kita lihat bahwa ketenaran Kristus telah diperhatikan oleh ejabat pemerintah.
Melalui perikop bacaan saat ini alkitab menyaksikan, adahal menarik saat kita mempelajaru relasi Herodes dengan Yohanes pembaptis. Disatu sisi, herodes menganggap yohanes orang yang suci karena berita-berita yang disampaikan berasal dari Tuhan. Berita Yohanes adalah berita pertobatan dan akan megarahkan orang keada Mesias yanga kan datang.. namun disisi lain herodes marah terhadap yohanes karena yohanes telah mempermalukannya dengan menegur didepan umum akan perzinahannya denga herodias. Itu sebabnya herodes memenjarakan yohanes, namun belum sampai membunuhnya. Lain halnya denganherodias yang sakit  hati dan dendam, ia mencari kesempatan untuk menyingkirkan yohanes. Dan akhirnya kesmepatan itu datang saat putri herodias mendapatkan janji dari herodes untuk meminta apa saja. Sementara herodes sendiri terjebak dalam janjinya sendiri dan tidak berani menolak permintaan yang seharusnya gugur demi kebenaran, yaitu membunuh orang benar. Herodes lebih memilih taat ada manusia dan mementingkan status dan jabatannya sebagai raja karena itu yang menjadi pusat hidupnya.disini  herodes tidak melarang keinginan putri herodias. Baginya lebih bai terhormat didepan manusia karena menepati janji, daripada di hadapan Allah.
Banyak ornag yang hanya senang mendengar berita yang menakjubkan. Tetapi ketika kebenaran diberitakan dan dosa disingkapkan, tidak semua orang senang dan mau menerimanya sebagai kesempatan bertobat, perasaan beroda justru mendorong mereka untuk tersinggung dan marah, sehingga mereka makin jauh terjerumus kedalam dosa, dan membuat mereka lebih taat pada manusia dari pada Tuhan.
Gereja harus berani dan setia menyatakan kebenaran apapun resikonya, sebab seharusnya manusia mencari perkenaan Tuhan dan buka pujian manusia yang fana. Mengapa demikian, sebab Tuhan adalah Allah yang berkuasa atas hidup dan matinya manusia. Sehingga hanya kepada dialah sepatutnya kita taat. Ketaatan dan kesetiaan kepada Tuhan tidak selamanya berbuah manis, namun ada kalanya kita harus berkorban, termasuk saat kita berkorban untuk melawan keinginan daging atau duniawi. Keakuan manusia menempatkan kehendak kita diatas diatas kehendak Tuhan,sehingga ketaatan kita di ukur dari kepuasan rasa kita. Kalau saya puas dengan pelayanan dari Tuhan, saya taat tetapi kalau saya tidak senang maka saya tidak taat. Amin





Kamis, 09 Juli 2020

Mengandalkan Kemurahan Tuhan

TEMA : MENGANDALKAN KEMURAHAN TUHAN

BACAAN : LUKAS 11 : 1-13

TUJUAN : JEMAAT MEYAKINI KASIH SETIA TUHAN YANG MEMAMPUKAN MENYELESAIKAN MASALAH DAN AGAR JEMAAT HIDUP DALAM RELASI YANG INTIM DENGAN TUHAN


sumber : https://pixabay.com/id/images/search/gambar%20ibadah%20di%20gereja/

        Salam sejahtera,

        Manusia hidup karena kemurahan Allah, bahkan hari ini kita dapat bersekutu Bersama adalah bagian dari kemurahan, kebaikan bahkan anugerah Allah dalam kehidupan kita.tapi yang jadi pertanyaan adalah, adakah diantara kita yang hidup mengandalkan kemurahan Tuhan ?ataukah kita masih hidup mengandalkan kemampuan diri sendiri?  Oleh karena itu Mari kita belajar Bersama….πŸ˜‰

       Sebagaimana Yohanes, Tuhan Yesus juga diminta oleh para muridNya untuk mengajarkan tentang hal berdoa (1).  Doa Bapa kami versi Lukas ini agak berbeda dengan versi Matius yang biasa diucapkan Bersama dalam kebaktian jemaat di Indonesia. Doa ini merupakan pola yang bisa kita ikuti dan juga kita dapat mempelajari pont-point penting dari dalamnya. Sementara yang melatarbelakangi permohonan para murid agar Yesus mengajar mereka berdoa adalah tindakan Yesus. Yesus berdoa.  Hal ini penting untuk kita perhatikan.  Ada apakah dengan kehidupan doa Yesus sehingga mereka terdorong untuk belajar doa dariNya ? tentu ada hal yang sangat menarik dari yang mereka lihat.  Hanya doa yang hidup dalam kemesraan hubungan terpancar hal yang mampu membuat orang lain tertarik untuk berdoa.  Doa tidak dapat dipelajari seperti orang yang belajar ilmu.  Doa juga bukan merupakan suatu metode yang dapat dikuasai melalui banyak latihan. Tetapi lebih dari pada itu doa adalah hubungan manusia dengan Allah yang bertumbuh makin mesra sehingga menjadi sesuatu yang hidup.  Itu sebabnya Yesus mengajar para muridNya agar memulai doa dengan menyapa Allah sebagai Bapa ( ayat 2 ). Penyebutan ini menunjukan pengakuan adanya hubungan yang erat dengan Allah yang Maha tinggi. Ini dimungkinkan karena adanya kelekatan orang percaya dengan Yesus sebagai anak manusia. Pengharapan akan datangnya kerajaan Bapa menyiratkan adanya pengakuan akan kekudusan dan kedaualatan Allah sebagai Raja. Didalamnya terkandung pernyataan kerinduan untuk memberlakukan apa yang dianut, yaitu hukum-hukum kerajaan Allah kemudian ada juga permohonan akan makanan atau tenang hal (jasmani) yang secukupnya, kesediaan Bapa untuk memenuhi kebutuhan umatNya dianalogikan dengan eksdiaan seseorang yang ternyata bersedia memenuhi permohonan sahabatnya yang tetap berani meminta bantuan padanya meskipun sudah larut malam ( 5-8), itu sebabnya lebih jauh Yesus mengajar mereka untuk senantiasa meminta mencari dan mengetok, Bapa pasti akan memberikan yang terbaik. Permohonan ini dibarengi dengan permohonan pengampunan dosa. Dosa merupakan pelanggaran terhadap perintah Allah dan berakibat putusnya relasi manusia dengan Alllah. Dosa dapat dihilangkan melalui penebusan hukuman atau pengampunan. Lalu ada permohonan untuk dijauhkan dari pencobaan, sebab ada banyak kemuingkinan yang dapat membuat manusia jatuh kedalam dosa sehingga hubungan dengan Tuhan menjadi rusak. Selain itu ada janji iman untuk ikut serta bdalam menegakan peraturan kerajaan Allah, yang secara konkrit dimulai dengan melakukan tindakan mengampuni orang lain yang bersalah kepadanya.😊

        Kemesraan hubungan antara Allah dan manusia membuat manusia diberi kesempatan untuk  meminta kepada Allah dalam doa. Dalam hal ini bayangkan , adakah diantara kita yang jika membutuhkan uang, dapat pergi kepasar  dan meminta kepada siapa saja yang tidak dikenal dengan mengatakan “bolehkah saya meminjam uangmu?” jelas tidak mungkin ada orang yang mau meminjamkan uangnya kepada orang yang tidak dikenalnya dengan baik ? namun jaminan Yesus luar biasa, Allah yang kita percayai adalah Allah yang mengenal kita lebih dari pengenalan seorang Bapa terhadap anaknya. Kita bukan orang asing yang tidak dikenal. Kita juga bukan sekedar tamu atau orang yang sekedar datang singgah sejenak. Kita sungguh adalah anak yang dikenal, disayang dan dipelihara dengan baik.  Bahkan Ia mendengarkan keluh eksah  dan kerinduan umatNya , sukacita, kesukaran dan pergumulan mereka. Ketika kita mengunjungi seorang yang telah lanjut usia dimana penglihatannya sudah berkurang sehingga ia tidak mengenal kita dengan baik, ia mengetahui kita hanya berdasarkan suara kita. Tentu saja berbeda dengan Bapa disorga, Ia bukan sekedar mengetahui suara dan nama kita, tetapi bahkan setiap pergumulan dan hal terbaik yang kita butuhkan. Relasi intim, kasih mesra antara Allah dan manusia hanya dapat terjalin jika kita mau membangun hubungan baik denganNya. Sehingga Allah akan senantiasa menyatakan kasih setiaNya bagi kita. AminπŸ˜‡